<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Catatan Adit</title>
	<atom:link href="http://catatanadit.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://catatanadit.wordpress.com</link>
	<description>Sebuah Kumpulan Tulisan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Jan 2012 14:02:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='catatanadit.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Catatan Adit</title>
		<link>http://catatanadit.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://catatanadit.wordpress.com/osd.xml" title="Catatan Adit" />
	<atom:link rel='hub' href='http://catatanadit.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Do&#8217;a Meminta Jodoh</title>
		<link>http://catatanadit.wordpress.com/2011/01/12/doa-meminta-jodoh/</link>
		<comments>http://catatanadit.wordpress.com/2011/01/12/doa-meminta-jodoh/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Jan 2011 05:26:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adit</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://catatanadit.wordpress.com/?p=178</guid>
		<description><![CDATA[Ya Tuhan&#8230; kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku, Jauhkanlah. (edisi wajar) Ya Tuhan&#8230; kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku, Tolong dibantu yak! Bimsalabim jadi apa prok 3x! (edisi Pak Tarno) Ya Tuhan&#8230; kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku, tolong dicek lagi ! Mungkin salah baca. (edisi ngotot) Ya Tuhan&#8230; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatanadit.wordpress.com&amp;blog=5389233&amp;post=178&amp;subd=catatanadit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ya Tuhan&#8230; kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku, Jauhkanlah. (edisi wajar)</p>
<p>Ya Tuhan&#8230; kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku, Tolong dibantu yak! Bimsalabim jadi apa prok 3x! (edisi Pak Tarno)<br />
<span id="more-178"></span><br />
Ya Tuhan&#8230; kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku, tolong dicek lagi ! Mungkin salah baca. (edisi ngotot)</p>
<p>Ya Tuhan&#8230; kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku, TER LA LU&#8230; (edisi Bang Rhoma Irama)</p>
<p>Ya Tuhan&#8230; kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku, tolong isi pulsa mama yaaaa. (edisi penipu)</p>
<p>Ya Tuhan&#8230; kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku,saya hanya bisa prihatin (edisi SBY)</p>
<p>Ya Tuhan&#8230; kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku, temennya lucu juga. (edisi nawar)</p>
<p>Ya Tuhan&#8230; kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku, kenapa dia ada di GOLKAR? (edisi oposisi)</p>
<p>Ya Tuhan&#8230; kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku, SALAH GUE?!! SALAH TEMEN-TEMEN GUE?!! (edisi AADC)</p>
<p>Ya Tuhan&#8230; kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku, ya sudahlah&#8230; (edisi Bondan feat Fade 2 Black)</p>
<p>Ya Tuhan&#8230; kalau dia ini jodohku, lindungilah dia! Jangan sampai dia tertukar ato hilang. (edisi sendal saat Shalat Jumat)</p>
<p>Ya Tuhan&#8230; kalau dia jodohku dekatkanlah, kalau dia bukan jodohku, jodohkanlah, tapi kalau dia sudah kau jodohkan dengan orang lain, putuskanlah, dan jodohkan ia denganku.. (edisi maksa)﻿</p>
<p>repsol dari KASKUS,</p>
<p>http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5866042</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/catatanadit.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/catatanadit.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/catatanadit.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/catatanadit.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/catatanadit.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/catatanadit.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/catatanadit.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/catatanadit.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/catatanadit.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/catatanadit.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/catatanadit.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/catatanadit.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/catatanadit.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/catatanadit.wordpress.com/178/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatanadit.wordpress.com&amp;blog=5389233&amp;post=178&amp;subd=catatanadit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatanadit.wordpress.com/2011/01/12/doa-meminta-jodoh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/488e9cf76ffe4e2c562a0afd7084b5d7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adit</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Beberapa Hal Yang Mungkin Tidak Diketahui Anak Tentang Ayahnya</title>
		<link>http://catatanadit.wordpress.com/2011/01/12/beberapa-hal-yang-mungkin-tidak-diketahui-anak-tentang-ayahnya/</link>
		<comments>http://catatanadit.wordpress.com/2011/01/12/beberapa-hal-yang-mungkin-tidak-diketahui-anak-tentang-ayahnya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Jan 2011 05:25:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Journey of Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catatanadit.wordpress.com/?p=176</guid>
		<description><![CDATA[1. Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun, dan selalu membutuhkan kehadirannya. 2. Ayah membiarkan kamu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil, tapi dia tidak ingin kamu membiarkannya menang ketika kamu sudah besar. 3. Ayah tidak ada di album foto keluarga, karena dia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatanadit.wordpress.com&amp;blog=5389233&amp;post=176&amp;subd=catatanadit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>1. Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun, dan selalu membutuhkan kehadirannya.</p>
<p>2. Ayah membiarkan kamu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil, tapi dia tidak ingin kamu membiarkannya menang ketika kamu sudah besar.<br />
<span id="more-176"></span><br />
3. Ayah tidak ada di album foto keluarga, karena dia yang selalu memotret.</p>
<p>4. Ayah selalu sedikit sedih ketika melihat anak-anaknya pergi bermain dengan teman-teman mereka. kkarena dia sadar itu adalah akhir masa kecil mereka.</p>
<p>5. Ayah mulai merencanakan hidupmu ketika tahu bahwa ibumu hamil (mengandungmu), tapi begitu kamu lahir, ia mulai membuat revisi.</p>
<p>6. Ayah membantu membuat impianmu jadi kenyataan bahkan diapun bisa meyakinkanmu untuk melakukan hal-hal yang mustahil, seperti berenang di air setelah ia melepaskannya.</p>
<p>7. Ayah mungkin tidak tahu jawaban segala sesuatu, tapi ia membantu kamu mencarinya.</p>
<p>8. Ayah mungkin tampak galak di matamu, tetapi di mata teman-temanmu dia tampak baik dan menyayangi.</p>
<p>9. Ayah lambat mendapat teman, tapi dia bersahabat seumur hidup.</p>
<p>10. Ayah benar-benar senang membantu seseorang, tapi ia sukar meminta bantuan.</p>
<p>11. Ayah di dapur. Membuat dan memasak seperti penjelajahan ilmiah. Dia punya rumus-rumus dan formula racikannya sendiri, dan hanya dia sendiri yang mengerti bagaimana menyelesaikan persamaan-persamaan rumit itu. Dan hasilnya?&#8230; .mmmmhhh&#8230;&#8221;tidak terlalu mengecewakan&#8221; ^_~</p>
<p>12. Ayah paling tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk membuatmu senang tapi tidak takut.</p>
<p>13. Ayah akan sangat senang membelikanmu makanan selepas ia pulang kerja, walaupun dia tak dapat sedikitpun bagian dari makanan itu.</p>
<p>14. Ayah selalu berdoa agar kita menjadi orang yang sukses di dunia dan akhirat, walaupun kita jarang bahkan jarang sekali mendoakannya.</p>
<p>15. Ayah akan memberimu tempat duduk terbaik dengan mengangkatmu dibahunya, ketika pawai lewat.</p>
<p>16. Ayah tidak akan memanjakanmu ketika kamu sakit, tapi ia tidak akan tidur semalaman. Siapa tahu kamu membutuhkannya.</p>
<p>17. Ayah percaya orang harus tepat waktu. Karena itu dia selalu lebih awal menunggumu.</p>
<p>18. Ia akan melupakan apa yang ia inginkan, agar bisa memberikan apa yang kamu butuhkan.</p>
<p>19. Ia menghentikan apa saja yang sedang dikerjakannya, kalau kamu ingin bicara.</p>
<p>20. Ia selalu berfikir dan bekerja keras untuk membayar uang sekolahmu tiap semester, meskipun kamu tidak pernah memikirkannya, bagaimana ia mendapatkannya.</p>
<p>21. Ayah mengangkat beban berat dari bahumu dengan merengkuhkan tangannya disekeliling beban itu.</p>
<p>22. Ayah akan berkata, &#8220;Tanyakan saja pada ibumu,&#8221; ketika ia ingin berkata, &#8220;Tidak&#8221;.</p>
<p>23. Ayah tidak pernah marah, tetapi mukanya akan sangat merah padam ketika anak gadisnya menginap di rumah teman tanpa izin.</p>
<p>24. Dan diapun hampir tidak pernah marah, kecuali ketika anak lelakinya kepergok menghisap rokok dikamar mandi.</p>
<p>25. Ayah mengatakan, tidak apa-apa mengambil sedikit resiko asal kamu sanggup kehilangan apa yang kamu harapkan.</p>
<p>26. Pujian terbaik bagi seorang ayah adalah ketika dia melihatmu melakukan sesuatu hal yang baik persis seperti caranya.</p>
<p>27. Ayah lebih bangga pada prestasimu, daripada prestasinya sendiri.</p>
<p>28. Ayah hanya akan menyalamimu ketika pertama kali kamu pergi merantau meningalkan rumah, karena kalau dia sampai memeluk mungkin ia tidak akan pernah bisa melepaskannya.</p>
<p>29. Ayah tidak suka meneteskan air mata. Ketika kamu lahir dan dia mendengar kamu menangis untuk pertama kalinya, dia sangat senang sampai-sampai keluar air dari matanya (ssst..tapi sekali lagi ini bukan menangis).</p>
<p>30. Ketika kamu masih kecil, ia bisa memelukmu untuk mengusir rasa takutmu&#8230;ketika kau mimpi akan dibunuh monster&#8230;</p>
<p>31. Tapi, ternyata dia bisa menangis dan tidak bisa tidur sepanjang malam, ketika anak gadis kesayangannya di rantau tak memberi kabar selama hampir satu bulan.</p>
<p>32. Ayah pernah berkata, &#8220;Kalau kau ingin mendapatkan pedang yang tajam dan berkualitas tinggi, janganlah mencarinya dipasar apalagi tukang loak, tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai besinya. Begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu, jika kau ingin mendapatkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan pesanlah pada Yang Menciptakannya&#8221;</p>
<p>33. Untuk masa depan anak lelakinya Ayah berpesan, &#8220;Jadilah lebih kuat dan tegar daripadaku, pilihlah ibu untuk anak-anakmu kelak wanita yang lebih baik dari ibumu, berikan yang lebih baik untuk menantu dan cucu-cucuku, daripada apa yang yang telah ku beri padamu&#8221;.</p>
<p>34. Dan untuk masa depan anak gadisnya ayah berpesan, &#8220;Jangan cengeng meski kau seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari terbaik untuk ayah anak-anakmu kelak. Laki-laki yang lebih bisa melindungimu melebihi perlindungan Ayah, tapi jangan pernah kau gantikan posisi Ayah di hatimu&#8221;</p>
<p>35. Ayah bersikeras, bahwa anak-anakmu kelak harus bersikap lebih baik daripada kamu dulu.</p>
<p>36. Ayah bisa membuatmu percaya diri, karena ia percaya padamu.</p>
<p>37. Ayah tidak mencoba menjadi yang terbaik, tapi dia hanya mencoba melakukan yang terbaik. ﻿</p>
<p>Repost dari kaskus,</p>
<p>http://www.kaskus.us/showthread.php?p=345634222&#038;posted=1#post345634222</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/catatanadit.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/catatanadit.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/catatanadit.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/catatanadit.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/catatanadit.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/catatanadit.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/catatanadit.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/catatanadit.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/catatanadit.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/catatanadit.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/catatanadit.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/catatanadit.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/catatanadit.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/catatanadit.wordpress.com/176/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatanadit.wordpress.com&amp;blog=5389233&amp;post=176&amp;subd=catatanadit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatanadit.wordpress.com/2011/01/12/beberapa-hal-yang-mungkin-tidak-diketahui-anak-tentang-ayahnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/488e9cf76ffe4e2c562a0afd7084b5d7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adit</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keajaiban Hidup</title>
		<link>http://catatanadit.wordpress.com/2010/11/11/173/</link>
		<comments>http://catatanadit.wordpress.com/2010/11/11/173/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Nov 2010 04:53:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Journey of Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catatanadit.wordpress.com/?p=173</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu hari sepasang suami isteri sedang makan bersama di rumahnya. Tiba-tiba pintu rumahnya diketuk seorang pengemis. Melihat keadaan pengemis itu, si isteri merasa terharu dan dia bermaksud hendak memberikan sesuatu. Tetapi sebelumnya sebagai seorang wanita yang shalihat dan patuh kepada suaminya, dia meminta izin terlebih dahulu kepada suaminya, “Wahai Suamiku, bolehkah aku memberi makanan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatanadit.wordpress.com&amp;blog=5389233&amp;post=173&amp;subd=catatanadit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada suatu hari sepasang suami isteri sedang makan bersama di rumahnya. Tiba-tiba pintu rumahnya diketuk seorang pengemis.</p>
<p>Melihat keadaan pengemis itu, si isteri merasa terharu dan dia bermaksud hendak memberikan sesuatu. Tetapi sebelumnya sebagai seorang wanita yang shalihat dan patuh kepada suaminya, dia meminta izin terlebih dahulu kepada suaminya, “Wahai Suamiku, bolehkah aku memberi makanan kepada pengemis itu?”.</p>
<p><span id="more-173"></span>Rupanya suaminya memiliki karakter berbeda dengan wanita itu. Dengan suara lantang dan kasar menjawab, “Tidak usah! usir saja dia, dan tutup kembali pintunya!”</p>
<p>Si isteri terpaksa tidak memberikan apa-apa kepada pengemis tadi sehingga dia berlalu dengan kecewa.</p>
<p>Pada suatu hari yang naas, perdagangan leleki itu jatuh bangkrut. Kekayaannya habis dan ia menderita banyak hutang. Selain itu, karena ketidakcocokan sifat dengan isterinya, rumah tangganya menjadi berantakan sehingga terjadilah perceraian.</p>
<p>Tidak lama sesudah masa iddahnya bekas isteri yang pailit itu menikah lagi dengan seorang pedagang dikota dan hidup berbahagia.</p>
<p>Pada suatu ketika wanita itu sedang makan dengan suaminya (yang baru), tiba-tiba ia mendengar pintu rumahnya diketuk orang. Setelah pintunya dibuka ternyata tamu tak diundang itu adalah seorang pengemis yang sangat mengharukan hati wanita itu. Maka wanita itu berkata kepada suaminya, “Wahai suamiku, bolehkah aku memberikan sesuatu kepada pengemis ini?&#8221;. Suaminya menjawab, “Berikan makan pengemis itu!”.</p>
<p>Setelah memberi makanan kepada pengemis itu isterinya maasuk kedalam rumah sambil menangis. Suaminya dengan perasaan heran bertanya kepadanya, “Mengapa engakau menangis? apakah engakau menangis karena aku menyuruhmu memberikan daging ayam kepada pengemis itu?”.</p>
<p>Wanita itu menggeleng halus, lalu berkata dengan nada sedih, “Wahai suamiku, aku sedih dengan perjalanan taqdir yang sungguh menakjubkan hatiku. Tahukah engakau siapa pengemis yang ada diluar itu ?&#8230;&#8230;&#8230;&#8230; Dia adalah suamiku yang pertama dulu.”</p>
<p>Mendengar keterangan isterinya demikian, sang suami sedikit terkejut, tapi segera ia balik bertanya, “Dan, tahukah engkau siapa aku yang kini menjadi suamimu ini?&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230; Aku adalah pengemis yang dulu diusirnya!”.</p>
<p>(repost)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/catatanadit.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/catatanadit.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/catatanadit.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/catatanadit.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/catatanadit.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/catatanadit.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/catatanadit.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/catatanadit.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/catatanadit.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/catatanadit.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/catatanadit.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/catatanadit.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/catatanadit.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/catatanadit.wordpress.com/173/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatanadit.wordpress.com&amp;blog=5389233&amp;post=173&amp;subd=catatanadit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatanadit.wordpress.com/2010/11/11/173/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/488e9cf76ffe4e2c562a0afd7084b5d7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adit</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mampukah Kita Mencintai Tanpa Syarat?</title>
		<link>http://catatanadit.wordpress.com/2010/08/16/mampukah-kita-mencintai-tanpa-syarat/</link>
		<comments>http://catatanadit.wordpress.com/2010/08/16/mampukah-kita-mencintai-tanpa-syarat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Aug 2010 01:46:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adit</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://catatanadit.wordpress.com/?p=171</guid>
		<description><![CDATA[Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yang sudah senja bahkan sudah mendekati malam, Pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua. Mereka menikah sudah lebih dari 32 tahun. Mereka dikarunia 4 orang anak disinilah awal cobaan menerpa, setelah istrinya melahirkan anak ke empat tiba-tiba kakinya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatanadit.wordpress.com&amp;blog=5389233&amp;post=171&amp;subd=catatanadit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yang sudah senja bahkan sudah mendekati malam, Pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua. Mereka menikah sudah lebih dari 32 tahun.<br />
<span id="more-171"></span><br />
Mereka dikarunia 4 orang anak disinilah awal cobaan menerpa, setelah istrinya melahirkan anak ke empat tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang, lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi. Setiap hari pak suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian. walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum, untunglah tempat usaha pak suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. Sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa-apa saja yang dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, Pak Suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur.</p>
<p>Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah hati mereka, sekarang anak-anak mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yang masih kuliah. Pada suatu hari ke empat anak suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah sudah tinggal dengan keluarga masing-masing dan Pak Suyatno memutuskan ibu mereka dia yang merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya berhasil. Dengan kalimat yang cukup hati-hati anak yang sulung berkata ” Pak kami ingin sekali merawat ibu semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu, tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak……. bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu” dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata-katanya “sudah yang keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji kami akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”. Pak Suyatno menjawab hal yang sama sekali tidak diduga anak-anak mereka. “Anak-anakku…. ….. Jikalau perkawinan dan hidup didunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah….. .tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan kalian.. sejenak kerongkongannya tersekat,… kalian yang selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yang tidak satupun dapat dihargai dengan apapun. Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti Ini. Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan bapak yang masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yang masih sakit.”</p>
<p>Sejenak meledaklah tangis anak-anak pak suyatno merekapun melihat butiran-butiran kecil jatuh dipelupuk mata ibu Suyatno.. dengan pilu ditatapnya mata suami yang sangat dicintainya itu.. Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yang sudah tidak bisa apa-apa.. disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yang hadir di studio kebanyakan kaum perempuan pun tidak sanggup menahan haru disitulah Pak Suyatno bercerita. “Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi (memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian) adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yang lucu-lucu.. Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama..dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit ….”</p>
<p>Ditulis dalam Pengalaman Hidup, Renungan<br />
(Repost dari Alrizal Azhari)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/catatanadit.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/catatanadit.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/catatanadit.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/catatanadit.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/catatanadit.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/catatanadit.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/catatanadit.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/catatanadit.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/catatanadit.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/catatanadit.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/catatanadit.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/catatanadit.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/catatanadit.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/catatanadit.wordpress.com/171/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatanadit.wordpress.com&amp;blog=5389233&amp;post=171&amp;subd=catatanadit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatanadit.wordpress.com/2010/08/16/mampukah-kita-mencintai-tanpa-syarat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/488e9cf76ffe4e2c562a0afd7084b5d7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adit</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>7 Keajaiban Dunia</title>
		<link>http://catatanadit.wordpress.com/2010/07/20/7-keajaiban-dunia/</link>
		<comments>http://catatanadit.wordpress.com/2010/07/20/7-keajaiban-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Jul 2010 02:35:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adit</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://catatanadit.wordpress.com/?p=167</guid>
		<description><![CDATA[Sekelompok siswa kelas geografi sedang mempelajari Tujuh Keajaiban Dunia”. Pada awal dari pelajaran, mereka diminta untuk membuat daftar apa yang mereka pikir merupakan Tujuh Keajaiban Dunia saat ini. Walaupun ada beberapa ketidaksesuaian, sebagian besar daftar berisi: 1) Piramida 2) Taj Mahal 3) Tembok Besar Cina 4) Menara Pisa 5) Kuil Angkor 6) Menara Eiffel 7) [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatanadit.wordpress.com&amp;blog=5389233&amp;post=167&amp;subd=catatanadit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sekelompok siswa kelas geografi sedang mempelajari Tujuh Keajaiban Dunia”. Pada awal dari pelajaran, mereka diminta untuk membuat daftar apa yang mereka pikir merupakan Tujuh Keajaiban Dunia saat ini. Walaupun ada beberapa ketidaksesuaian, sebagian besar daftar berisi:<br />
1) Piramida<br />
2) Taj Mahal<br />
3) Tembok Besar Cina<br />
4) Menara Pisa<br />
5) Kuil Angkor<br />
6) Menara Eiffel<br />
7) Borobudur<br />
<span id="more-167"></span><br />
Ketika mengumpulkan daftar pilihan, sang guru memperhatikan seorang pelajar, seorang gadis yang pendiam, yang belum mengumpulkan kertas kerjanya. Jadi, sang guru bertanya kepadanya apakah dia mempunyai kesulitan dengan daftarnya.</p>
<p>Gadis pendiam itu menjawab, “Ya, sedikit. Saya tidak bisa memilih karena sangat banyaknya”. Sang guru berkata, “Baik, katakan pada kami apa yang kamu miliki, dan mungkin kami bisa membantu memilihnya.”</p>
<p>Gadis itu ragu sejenak, kemudian membaca, “Saya pikir, Tujuh Keajaiban Dunia itu adalah&#8230;”<br />
1) Bisa melihat,<br />
2) Bisa mendengar,<br />
3) Bisa menyentuh,<br />
4) Bisa menyayangi,<br />
5) Bisa merasakan,<br />
6) Bisa tertawa, dan<br />
7) Bisa mencintai</p>
<p>Ruang kelas tersebut sunyi seketika. Alangkah mudahnya bagi kita untuk melihat pada eksploitasi manusia dan menyebutnya “keajaiban”. Sementara kita lihat lagi semua yang telah dikaruniakan-Nya untuk kita, kita menyebutnya sebagai “biasa”.</p>
<p>(repost dari FAI Fasilkom UI)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/catatanadit.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/catatanadit.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/catatanadit.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/catatanadit.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/catatanadit.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/catatanadit.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/catatanadit.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/catatanadit.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/catatanadit.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/catatanadit.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/catatanadit.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/catatanadit.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/catatanadit.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/catatanadit.wordpress.com/167/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatanadit.wordpress.com&amp;blog=5389233&amp;post=167&amp;subd=catatanadit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatanadit.wordpress.com/2010/07/20/7-keajaiban-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/488e9cf76ffe4e2c562a0afd7084b5d7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adit</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wanita Emang Susah Dibuat Bahagia</title>
		<link>http://catatanadit.wordpress.com/2010/07/13/wanita-emang-susah-dibuat-bahagia-2/</link>
		<comments>http://catatanadit.wordpress.com/2010/07/13/wanita-emang-susah-dibuat-bahagia-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Jul 2010 02:29:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Psikologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catatanadit.wordpress.com/?p=164</guid>
		<description><![CDATA[Jika dikatakan cantik dikira menggoda, jika dibilang jelek disangka menghina. Bila dibilang lemah dia protes, bila dibilang perkasa dia nangis. Maunya emansipasi, tapi disuruh benerin genteng, nolak. (sambil ngomel masa disamain ama cowok). Maunya emansipasi, tapi disuruh berdiri di bis malah cemberut. (sambil ngomel, egois amat sih nih cowok, gak punya perasaan). Jika di tanyakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatanadit.wordpress.com&amp;blog=5389233&amp;post=164&amp;subd=catatanadit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika dikatakan cantik dikira menggoda,<br />
jika dibilang jelek disangka menghina.<br />
Bila dibilang lemah dia protes,<br />
bila dibilang perkasa dia nangis.<br />
<span id="more-164"></span><br />
Maunya emansipasi, tapi disuruh benerin genteng, nolak. (sambil ngomel masa disamain ama cowok).<br />
Maunya emansipasi, tapi disuruh berdiri di bis malah cemberut. (sambil ngomel, egois amat sih nih cowok, gak punya perasaan).</p>
<p>Jika di tanyakan siapa yang paling dibanggakan, kebanyakan bilang Ibunya, tapi kenapa ya&#8230; lebih bangga jadi wanita karir, padahal ibunya adalah ibu rumah tangga.</p>
<p>Bila kesalahannya diingatkankan mukanya merah,<br />
bila diajari mukanya merah,<br />
bila disanjung mukanya merah,<br />
jika marah mukanya merah, kok sama semua?<br />
Bingung&#8230;!!</p>
<p>Ditanya ya atau tidak, jawabnya: diam,<br />
ditanya tidak atau ya, jawabnya: diam,<br />
ditanya ya atau ya, jawabnya: diam,<br />
ditanya tidak atau tidak, jawabnya: diam,<br />
tapi ketika didiamkan malah marah.<br />
(repot kita disuruh jadi dukun yang bisa nebak jawabannya).</p>
<p>Dibilang ceriwis marah,<br />
dibilang berisik ngambek,<br />
dibilang banyak mulut tersinggung,<br />
tapi kalau dibilang S-U-P-E-L<br />
wadaoww.. seneng banget, padahal sama aja maksudnya.</p>
<p>Dibilang gemuk gak senang,<br />
padahal maksud kita sehat gitu lho.<br />
Dibilang kurus malah senang,<br />
padahal maksud kita &#8220;kenapa Kamu jadi begini???&#8221;</p>
<p>Itulah WANITA, makin kita bingung makin senang DIA !!</p>
<p>(diambil dari milis rumah ilmu)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/catatanadit.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/catatanadit.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/catatanadit.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/catatanadit.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/catatanadit.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/catatanadit.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/catatanadit.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/catatanadit.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/catatanadit.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/catatanadit.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/catatanadit.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/catatanadit.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/catatanadit.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/catatanadit.wordpress.com/164/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatanadit.wordpress.com&amp;blog=5389233&amp;post=164&amp;subd=catatanadit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatanadit.wordpress.com/2010/07/13/wanita-emang-susah-dibuat-bahagia-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/488e9cf76ffe4e2c562a0afd7084b5d7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adit</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jodoh</title>
		<link>http://catatanadit.wordpress.com/2010/07/13/jodoh/</link>
		<comments>http://catatanadit.wordpress.com/2010/07/13/jodoh/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Jul 2010 02:16:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adit</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://catatanadit.wordpress.com/?p=162</guid>
		<description><![CDATA[Hidup memang penuh kejutan, setidaknya bagiku. Semuanya berawal dari pembicaraanku dengan Mama sebulan yang lalu. Aku dan Mama sedang sarapan saat Mama tiba-tiba membuka pembicaraan. “Sampai kapan Mama harus mengurus kamu, Bram?” Pertanyaan Mama membuatku tertegun. ”Maksud Mama?” aku menatap Mama. Mencoba menerka arah pembicaraannya. ”Yah, bukankah sudah saatnya ada perempuan lain yang menemani kamu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatanadit.wordpress.com&amp;blog=5389233&amp;post=162&amp;subd=catatanadit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hidup memang penuh kejutan, setidaknya bagiku. Semuanya berawal dari pembicaraanku dengan Mama sebulan yang lalu. Aku dan Mama sedang sarapan saat Mama tiba-tiba membuka pembicaraan.</p>
<p>“Sampai kapan Mama harus mengurus kamu, Bram?” Pertanyaan Mama membuatku tertegun.</p>
<p>”Maksud Mama?” aku menatap Mama. Mencoba menerka arah pembicaraannya.<br />
<span id="more-162"></span><br />
”Yah, bukankah sudah saatnya ada perempuan lain yang menemani kamu sarapan?” Mama tersenyum menatapku.</p>
<p>Mungkin memang sudah waktunya aku menikah. Tahun ini usiaku tiga puluh lima tahun. Penghasilanku sebagai manager di salah satu perusahaan asing cukup memadai untuk berumah tangga. Apalagi yang ditunggu? Pertanyaan ini sudah sangat sering kudengar dari kerabat ataupun kolegaku.</p>
<p>Aku tersenyum kecil.</p>
<p>”Mama tahu, kamu merasa bertanggungjawab kepada Mama dan adik-adikmu. Tetapi jangan lupakan yang satu itu. Mira sudah berkeluarga, Dewi juga. Sementara Mama sudah lebih dari cukup menerima perhatianmu. Mama sangat bersyukur memiliki anak sepertimu.”</p>
<p>Aku terdiam.</p>
<p>”Bram, Papa titip Mira dan Dewi…juga Mama…” Papa berbisik perlahan sehari sebelum kematiannya, sepuluh tahun yang lalu. Saat itu, Mira baru saja masuk kuliah dan Dewi masih kelas satu SMU. Sejak itu, hari-hariku kuisi dengan kerja keras untuk mencukupi kebutuhan keluarga.</p>
<p>”Bram…” Mama menunggu jawabanku.</p>
<p>”Iya, iya, Insya Allah. Ma…”</p>
<p>Mama benar. Tidak ada lagi alasan bagiku untuk menunda rencana berkeluarga. Dewi sudah menikah tiga bulan yang lalu. Amanah Papa sudah kutunaikan. Persoalannya adalah, siapa wanita yang akan kunikahi? Aku tidak pernah pacaran. Aku takut terjebak melakukan perbuatan yang tidak baik. Alternatif calon juga tidak ada. Jadi, siapa yang akan kulamar?</p>
<p>Sebenarnya, aku bisa minta bantuan kepada orang lain. Mama, kerabat atau kolegaku dengan senang hati pasti akan berusaha membantu. Tetapi, sebelum meminta bantuan orang lain, aku akan sholat istikharah dulu. Aku ingin melangkah dengan tenang.</p>
<p>Dan terjadilah keajaiban itu. Setelah dua kali sholat, tiba-tiba Laras muncul dalam mimpiku. Begitu jelas. Laras? Aku tercengang. Laras adalah teman kuliahku di Pasca Sarjana. Sudah hampir dua semester ini aku kuliah lagi di salah satu PT terkenal di Jakarta. Ia sangat cerdas dan rasional. Ia juga kerap membantaiku dalam diskusi-diskusi di ruang kuliah.</p>
<p>”Menurut saya, teori yang saudara gunakan untuk menganalisa persoalan ini tidak tepat. Terlalu dipaksakan…” Komentar Laras saat membantaiku seminggu sebelumnya terngiang kembali di telingaku. Komentar yang diucapkannya dengan santun itu selalu membuatku gelagapan. Komentarnya selalu logis, ilmiah dan sulit dibantah. Sudah berkali-kali aku dan teman-teman ’dibantainya’.</p>
<p>Ya, mengapa harus Laras? Perempuan yang kepribadiannya begitu kuat dan tenang, sampai tidak ada pria yang berani menjalin hubungan lebih dekat dengannya. Sebenarnya Laras baik, sangat baik. Ia tidak pernah segan membantu orang lain atau berkata kasar. Tetapi aku benar-benar sungkan menghadapinya. Apalagi membayangkan harus melamarnya.</p>
<p>Mimpi itu juga menyisakan pertanyaan buatku. Benarkah ini isyarat Allah? Atau, aku diam-diam menyukainya sehingga sosok Laras muncul dalam mimpiku. Aku bimbang.</p>
<p>“Bagaimana, Bram?” Mama meminta kejelasan dariku dua minggu kemudian. Aku hanya mampu tersenyum kecut.</p>
<p>“Belum ada calon? Apa perlu Mama bantu?” Mama menatapku.</p>
<p>Aku tergagap. “Tidak perlu, Ma. Saya akan mencoba mencari sendiri saja.” Mama tersenyum. Aku menarik napas lega. Untuk sementara aku berhasil menenangkan Mama.</p>
<p>Malamnya, aku mencoba menenangkan diri dan mulai sholat istikharah lagi. Kali ini, aku mencoba lebih tenang dan pasrah kepada Allah. Aku mencoba melepaskan segala kebimbangan dan sungguh-sungguh meminta keputusan-Nya.</p>
<p>Aku berjalan bersisian dengan Laras. Begitu dekat. Laras tersenyum. Manis dan sangat lembut. Mimpi itu lagi! Aku terbangun menjelang pukul tiga dinihari. Sebentuk perasaan aneh masih sempat kurasakan saat aku terbangun. Indah!</p>
<p>Apakah Laras memang jodohku? Pertanyaan itu kembali bermain dalam benakku. Aku mencoba menelisik kembali kejernihan hatiku. Benarkah aku memang tidak terobsesi kepada Laras? Aku mengurai kembali semua interaksiku dengan Laras. Sejak pertemuan pertama.</p>
<p>”Saya Laras!” Ia memperkenalkan diri dengan lugas, tanpa senyum. Juga tanpa jabat tangan. Aku hanya mengangguk.</p>
<p>”Bram.” Aku menyebutkan namaku. Dingin, tapi cukup sopan. Itu kesan pertamaku. Ia tidak genit atau cerewet seperti satu dua orang perempuan yang pernah kukenal. Seingatku, tidak pernah ada momen istimewa antara aku dengan Laras. Benar-benar hanya hubungan antar teman kuliah. Aku malah lebih akrab dengan Susi, teman kuliahku yang lain. Aku juga tidak pernah merasa ’aneh’ saat berinteraksi atau berpapasan dengannya. Bahkan ketika aku nyaris bertabrakan dengannya. Semua wajar dan biasa saja.</p>
<p>So? Aku masih tetap ragu. Kuputuskan untuk menunggu sampai benar-benar merasa yakin. Dan selama masa menunggu itu, terjadi suatu peristiwa yang semakin membuatku merasa ciut menghadapi Laras.</p>
<p>”Maaf…” Laras mengacungkan tangan. Semua mata tertuju kepadanya. Aku menahan napas. Apa yang akan dikatakannya kali ini. Aku berdebar-debar menunggu komentarnya atas makalah yang kupresentasikan.</p>
<p>”Menurut saya, makalah ini tidak memenuhi kualifikasi ilmiah.” kata-kata itu diucapkannya dengan nada meminta maaf. Aku terkejut. Makalah ini memang kusiapkan dengan terburu-buru. Pekerjaanku di kantor sedang bertumpuk. Beberapa teman menggumam. Dosenku tersenyum kecil. Ia sudah biasa menghadapi Laras.</p>
<p>Aku tersinggung dan merasa dipermalukan. Ini adalah komentar paling tajam yang pernah dilontarkan Laras kepadaku. Walaupun kemudian aku bisa menerimanya saat ia dengan argumentatif menjelaskan kelemahan makalahku.</p>
<p>Kejadian itu membuatku semakin ragu. Entahlah, barangkali aku merasa tidak siap mempunyai istri yang dapat membantaiku setiap saat. Atau mempertanyakan kebijakanku sebagai suami. Aku memang tidak terbiasa dipertanyakan seperti itu. Kedudukanku sebagai anak tertua dan tulang punggung keluarga membuat adik-adikku dan Mama memperlakukanku secara istimewa. Apa kata Mas saja, terserah Mas… Selalu itu yang kudengar dari mereka. Kalaupun mereka tidak sependapat denganku, tidak pernah ada yang secara lugas menyatakan ketidaksetujuannya. Begitu juga dengan bawahanku di kantor.</p>
<p>Aku semakin tidak berani menghadapinya setelah peristiwa itu. Jadi, untuk sementara aku terpaksa menenangkan diri lagi. Tapi desakan dari Mama tiga hari yang lalu membuatku terpaksa bertindak.</p>
<p>”Bram, mungkin sudah waktunya Mama membantu. Sudah sebulan, dan kamu belum juga bertindak apa-apa. Mama sudah semakin tua, Bram. Belakangan ini, Mama semakin sering sakit. Mama tidak ingin terjadi sesuatu pada diri Mama sebelum kamu menikah…” Mama berkata setengah memohon. Aku menunduk.</p>
<p>”Bram…”</p>
<p>Aku menatap Mama. Mama menarik napas panjang. Aku menunggu Mama bicara.</p>
<p>”Kalau tiga hari lagi tidak ada keputusan, Mama akan mencari calon untuk kamu. Kamu kenal Nita? Anak Bu Retno? Nita baik, lho… Dia juga cantik dan terpelajar…” Bla…bla…bla. Hampir lima belas menit Mama bercerita tentang Nita. Aku kenal Nita. Nita memang baik, tetapi bukan itu persoalannya. Aku ingin menuntaskan masalah Laras dulu.</p>
<p>Tidak ada jalan lain. Akhirnya, kumantapkan hatiku untuk bicara dengan Laras. Tapi, bagaimana caranya? Lewat telepon? Nomer telepon Laras saja aku tidak punya. Atau, mengajaknya bicara secara langsung? Bagaimana kalau ia menolak dan membantaiku seperti ia membantai makalahku?</p>
<p>Akhirnya, kuputuskan untuk meminta nomer telepon Laras dari Susi. Aku berhasil menghindar dari pertanyaan Susi dengan memberinya sebentuk senyuman aneh. Untungnya, ia tidak bertanya lebih jauh.</p>
<p>Malamnya, aku mencoba menelpon Laras. Aku menggenggam Hp-ku dengan perasaan tidak karuan. Dengan tangan gemetar aku menelponnya.</p>
<p>”Halo, Assalamu’alaikum!” Suaranya terdengar tegas. Tiba-tiba aku merasa tidak siap berbicara dengannya.</p>
<p>”Halo! Halo!”</p>
<p>Aku mematikan Hp-ku. Looser! Gerutuku dalam hati. Aku benar-benar tidak berdaya.</p>
<p>”Bram, waktunya tinggal hari ini.” Mama menatapku serius saat aku berpamitan tadi pagi.</p>
<p>”Ya, Ma. Aku usahakan.” Aku menjawab ragu.</p>
<p>Jadi, hari ini, mau tidak mau aku harus bicara dengan Laras. Aku berangkat ke kampus dengan gugup. Sampai di kampus, aku mencari-cari Laras. Sosoknya tidak kelihatan sampai kuliah dimulai. Lebih kurang lima belas menit setelah kuliah dimulai, Laras muncul. Ia menuju kearahku dan mengambil tempat di sebelahku, satu-satunya tempat kosong yang tersisa siang itu. Laras duduk dengan tenang di sebelahku dan segera mengikuti kuliah. Aku semakin gelisah. Tubuhku mulai berkeringat.</p>
<p>Kuliah usai. Aku menunggu kesempatan untuk bicara dengannya. Aku sengaja memperlambat berkemas sambil menunggunya. Satu persatu teman kuliah meninggalkan ruangan. Akhirnya, setelah ruangan cukup sepi, aku memberanikan diri untuk bicara dengannya.</p>
<p>”Laras! Boleh saya bicara?”</p>
<p>Laras menghentikan kesibukannya membereskan buku-buku dan beberapa makalah yang berserakan.</p>
<p>“Ya.” Ia melanjutkan kesibukannya tanpa menatapku sama sekali.</p>
<p>Tanganku gemetar. Suaraku tersekat di tenggorokan.</p>
<p>”Ada yang bisa saya bantu?” Laras akhirnya melihat ke arahku. Ia mulai kelihatan tidak sabar dengan sikapku. Ia sudah selesai membereskan buku-bukunya.</p>
<p>Aku masih tidak mampu bicara. Keringat dingin semakin membasahi tubuhku. Ya Allah, aku benar-benar grogi.</p>
<p>”Bram!” suara Laras meninggi.</p>
<p>Aku menarik napas panjang, mencoba menenangkan diri sejenak. Yudi, satu-satunya teman yang masih berada di ruang kuliah menoleh ke arah kami.</p>
<p>“La..ras…” Suaraku tersendat.</p>
<p>Laras menatapku bingung.</p>
<p>“Ehm…would you…ehm…marry me?” aku tergagap. Akhirnya, keluar juga perkataan itu dari mulutku.</p>
<p>Laras menatapku heran. Ia menunduk, berpikir sejenak. Aku menunggu. Rasanya seperti menunggu sebuah vonis.</p>
<p>”Kupikir, itu bukan ide yang baik.” Katanya setelah beberapa menit terdiam. ”Aku duluan, Bram. Assalamu’alaikum…”</p>
<p>Aku terpana. Aku masih juga terpana saat tiba-tiba Yudi menepuk pundakku.</p>
<p>“Apa tidak ada cara yang lebih romantis, Bung?” Yudi tersenyum. Aku salah tingkah.</p>
<p>Begitulah, proses perjodohanku terpaksa kandas di tengah jalan. Aku tidak patah hati. Tentu saja karena aku memang tidak pernah jatuh cinta pada Laras. Tetapi kuakui, aku cukup terpukul dengan kenyataan ini. Ternyata, aku tidak cukup pandai membaca isyarat Allah. Atau, caraku yang tidak baik? Melamar di ruang kuliah tanpa prolog seperti itu memang naif sekali.</p>
<p>Sore itu aku pulang dengan lemas. Mama duduk di teras, sedang asyik dengan koran sore dan secangkir teh hangat. Setelah mencium tangan Mama, aku menghempaskan tubuh di kursi.</p>
<p>Mungkin Mama bisa menangkap kegetiranku. Mama mengusap rambutku. Aku bersyukur Mama tidak membuka pembicaraan mengenai perjodohanku. Aku tidak siap.</p>
<p>Sepanjang sore itu aku mencoba menenangkan diri. Aku mencoba bersikap realistis menghadapi kenyataan ini. Aku percaya, Allah akan memberikan seorang pendamping untukku.</p>
<p>Pikiranku masih tidak menentu saat aku bangun tadi pagi. Aku sholat istikharah lagi tadi malam. Tapi kali ini, aku tidak memperoleh isyarat apa-apa. Akhirnya, kuputuskan untuk bicara dengan Mama. Toh, Nita gadis yang baik juga.</p>
<p>Aku mendahului bicara sebelum Mama bertanya tentang keputusanku.</p>
<p>”Ma…”<br />
”Ya? Kenapa, Bram?”<br />
”Aku…” Aku terdiam sejenak. Aku baru akan melanjutkan ucapanku saat sebuah pesan masuk. Aku meraih HP yang tergeletak di meja dengan enggan.</p>
<p>Laras??? Apa lagi yang akan dikatakannya sekarang? Berdebar aku membuka pesannya.</p>
<p><em>&#8220;Setelah saya pikirkan lagi, ide kamu tidak terlalu buruk. Tawarannya masih berlaku?&#8221;</em></p>
<p>Aku terpana. Hidup memang penuh kejutan.</p>
<p>(ditulis oleh: Inayati)<br />
Sumber : Majalah Ummi, No. 10/XIV Februari – Maret 2003/1423 H</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/catatanadit.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/catatanadit.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/catatanadit.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/catatanadit.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/catatanadit.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/catatanadit.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/catatanadit.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/catatanadit.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/catatanadit.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/catatanadit.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/catatanadit.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/catatanadit.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/catatanadit.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/catatanadit.wordpress.com/162/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatanadit.wordpress.com&amp;blog=5389233&amp;post=162&amp;subd=catatanadit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatanadit.wordpress.com/2010/07/13/jodoh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/488e9cf76ffe4e2c562a0afd7084b5d7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adit</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Istriku, Apakah Aku Idolamu?</title>
		<link>http://catatanadit.wordpress.com/2010/07/13/istriku-apakah-aku-idolamu/</link>
		<comments>http://catatanadit.wordpress.com/2010/07/13/istriku-apakah-aku-idolamu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Jul 2010 02:11:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adit</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://catatanadit.wordpress.com/?p=160</guid>
		<description><![CDATA[Terkadang kita ingin tahu juga, apa yang membuat istri kita senang dalam kehidupan berumah-tangga. Namun untuk mengetahui hal itu, cukup jarang seorang suami menanyakan langsung pada istrinya. Ataw mungkin sang suami takut bila istri terlalu menuntut sesuatu yang barangkali tak mampu ia penuhi. Ataupun sang suami sudah merasa cukup memberikan perhatian baik nafkah lahir dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatanadit.wordpress.com&amp;blog=5389233&amp;post=160&amp;subd=catatanadit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terkadang kita ingin tahu juga, apa yang membuat istri kita senang dalam kehidupan berumah-tangga. Namun untuk mengetahui hal itu, cukup jarang seorang suami menanyakan langsung pada istrinya. Ataw mungkin sang suami takut bila istri terlalu menuntut sesuatu yang barangkali tak mampu ia penuhi. Ataupun sang suami sudah merasa cukup memberikan perhatian baik nafkah lahir dan bathin. Dan masih banyak lagi atau lainnya yang disembunyikannya sehingga sang istri merasakan kehidupan rumah tangganya &#8220;monoton&#8221;. Inilah salah satu yg kadang jadi pemicu &#8220;pecahnya&#8221; keutuhan rumah tangga. Padahal cita-cita mereka adalah melaksanakan &#8220;sunah rasul&#8221; untuk membentuk keluarga &#8220;sakinah mawadah warohmah&#8221;.<br />
<span id="more-160"></span><br />
Ketahuilah wahai para suami &#8220;PANGERAN&#8221; rumah tangga, seorang istri senang diperhatikan dan didengarkan. Ia senang suaminya memahami dan mengerti dirinya. Dalam suka dan dukanya. Dalam ceria dan sedihnya. Ia senang suami mengetahui perasaannya. Ia misalnya senang diberitahu pakaiannya yang mana yang paling disukai suaminya. Atau masakannya yang mana yang paling lezat bagi suaminya. Karenanya obrolan-obrolan ringan dan lembut amat dinanti-nanti seorang istri. Setiap kata yang keluar dari lidah dan bibirnya adalah pesan cinta yang ingin ia sampaikan. Dan ia ingin tahu bagaimana suaminya menanggapi pesan cintanya itu.</p>
<p>Tangisan seorang istri itu memiliki sekian banyak makna, bisa karena sedih, bisa karena marah, bisa karena terharu dan bahagia. Ia senang jika suaminya bersabar untuk mengenal setiap jenis air mata yang metetes dari matanya. Pengertian ini menjadi inti dan landasan segala sikap menyenangkan yang mungkin dilakukan seorang suami terhadap istrinya.</p>
<p>Kesetiaan adalah syarat utama cinta sejati. Seorang istri ingin cinta suami itu hanya untuknya. Karenanya kecemburuan adalah bagian dari cinta. Sapaan sayang di tengah kesibukan, walaupun hanya satu dua menit kata-kata yang disampaikan lewat telepon, walaupun hanya satu dua kalimat SMS, akan menjadi pengokoh kepercayaan. Hadiah yang diberikan: martabak kesukaannya, seikat bunga, atau sebuah jam tangan yang manis akan menguatkan cinta. Dan mengingat hari ulang tahun serta hari pernikahan akan menjadi bukti kesetiaan suami yang disukai seorang istri.Tapi seorang istri yang baik akan mengatakan, “Jangan karena takut kepadaku, kakanda bersikap setia. Karena Allah Maha Melihat. Itu yang mesti menjadi landasan kesetiaan.”</p>
<p>Seorang istri akan amat bersyukur jika suaminya mau menerima dirinya apa adanya. Suaminya mampu memaafkan dan bersabar atas kekurangan yang ada pada dirinya. Ia butuh waktu untuk membina dirinya. Ia bahkan butuh waktu untuk memahami dirinya sendiri, ketika satu ketika ia tidak menjadi dirinya sendiri. Seorang istri perlu mendapatkan nasihat, akan tetapi itu dilakukan dengan penuh kesabaran dan kasih sayang.</p>
<p>Seperti pesan Illahi: “Kemudian keadaan orang beriman itu adalah saling menasihati dalam kesabaran dan dalam kasih sayang.” (QS. al-Balad); “Dan jika kalian memaafkan, tidak memarahi, dan mengampuni mereka, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.” (QS. at-Taghabun)</p>
<p>Seorang istri senang melihat suaminya senantiasa berteguh hati dan bersemangat dalam menyelesaikan berbagai tugas dan amanah. Ia senang suaminya dapat senantiasa prima menunaikan tugas-tugas di luar rumah dan sekaligus membantu menyelesaikan permasalahan di rumah. Karenanya seorang istri senang melihat suaminya akrab bercengkrama, bermain dengan anak-anaknya. Dan saat suami sesekali memasak (meski mie instan ataw instans sejenisnya) untuk keluarga, ada sentuhan hangat menyentuh relung jiwa seorang istri. Bagaimana jika suaminya berada dalam kondisi bete atau kehilangan semangat? Seorang istri akan menerima keadaan ini asalkan ia melihat suaminya berusaha keras untuk melepaskan diri dari keadaan lemah ini. Ia bahkan akan memberikan bantuan dan doa terbaik bagi suaminya.</p>
<p>Seorang istri senang jika suaminya mampu memperlihatkan dan mengekspresikan cinta dan kasih sayang. Ia senang mendapati suaminya membangun suasana kondusif kasih sayang di rumah. Ia senang jika suaminya romantis. Diantara ungkapan cinta suami-istri adalah dalam hubungan intim. Seorang istri senang jika suaminya memberikan kesenangan dan kepuasan pada salah satu kebutuhan cinta ini. Ia akan terbuka menyampaikan apa yang ia sukai, ketika suaminya mampu membuka percakapan dalam masalah ini secara tepat dan penuh kelembutan.</p>
<p>Seorang istri suka suaminya rapi. Rapi menata rambut dan rapi berpakaian, bahkan dalam suasana santai. Kerapian yang disukai adalah kerapian yang alami dan melekat dalam kehidupan suami.Sikap suami yang kooperatif dalam menjaga kerapian rumah juga disukai seorang istri. Karenanya ketika seorang suami berinisiatif menyapu ruang tengah, membersihkan kompor di dapur, atau membersihkan kamar tidur dengan membongkar tempat tidur secara rutin … pada semuanya ada apresiasi dari seorang istri. Rapi, bersih dan wangi pada seorang suami membuat istrinya senang. Seorang suami bisa meminta istrinya memilihkan minyak wangi baginya. Ia akan terbantu menyempurnakan penampilan bagi istrinya.</p>
<p>Senyum ceria dan keramahan amat dihajatkan seorang istri. Senyum dan keramahan itu laksana angin sejuk di tengah berbagai kelelahan dirinya. Berbagai kesibukan membuat jiwanya lelah. Interaksi dengan anak-anak di rumah itu bukan pekerjaan ringan. Segenap potensi kejiwaan dan pikiran mesti ia curahkan. Kelelahan fisik pun tidak ringan. Perhatikanlah, ia mesti terus memperhatikan anaknya yang terus bergerak kesana kemari, bereksplorasi ketika mulai bisa merangkak. Dan saat si anak lelah tertidur, ia mesti bersiap-siap memasak dan merapikan rumah bagi suaminya yang sebentar lagi pulang. Senyum dan sapaan sayang suami akan menjadi hiburan jiwa bagi sang istri. Sikap humoris juga amat membantu seorang istri untuk selalu menjaga suasana riang hatinya. Ini semua akan membantunya untuk terus bersabar dan ikhlas dalam menunaikan tugas-tugasnya.</p>
<p>Istri membutuhkan perlindungan yang membuatnya senantiasa merasa tentram. Karenanya ia menyukai sifat kepemimpinan pada suaminya. Kepemimpinan yang ia harapkan adalah yang senantiasa menentramkan jiwanya, mengokohkan ruhaninya, memberikan pencerahan demi pencerahan pada akalnya dan membantu menjaga kebugaran dan kesehatan tubuhnya.</p>
<p>Kepemimpinan yang ia sukai adalah yang memadukan ketegasan dan kelembutan. Yang menebarkan cinta, bukan membuat takut. Yang mengedepankan kemauan baik, bukan senantiasa menggunakan otoritas (misalnya dengan selalu menggunakan kalimat “suami kan pemimpin rumah tangga, jadi mesti taat donk”). Yang betul-betul menjadi pemimpin, bukan menjadi bos.</p>
<p>(repost dari milis sehati)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/catatanadit.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/catatanadit.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/catatanadit.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/catatanadit.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/catatanadit.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/catatanadit.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/catatanadit.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/catatanadit.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/catatanadit.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/catatanadit.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/catatanadit.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/catatanadit.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/catatanadit.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/catatanadit.wordpress.com/160/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatanadit.wordpress.com&amp;blog=5389233&amp;post=160&amp;subd=catatanadit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatanadit.wordpress.com/2010/07/13/istriku-apakah-aku-idolamu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/488e9cf76ffe4e2c562a0afd7084b5d7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adit</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Andai Kutahu</title>
		<link>http://catatanadit.wordpress.com/2010/07/07/andai-kutahu/</link>
		<comments>http://catatanadit.wordpress.com/2010/07/07/andai-kutahu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Jul 2010 04:31:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Journey of Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catatanadit.wordpress.com/?p=154</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu tempat, hiduplah seorang anak. Dia hidup dalam keluarga yang bahagia, dengan orang tua dan sanak keluarganya. Tetapi, dia selalu mengangap itu sesuatu yang wajar saja. Dia terus bermain, menggangu adik dan kakaknya, membuat masalah bagi orang lain adalah kesukaannya. Ketika ia menyadari kesalahannya dan mau minta maaf,dia selalu berkata, &#8220;Tidak apa-apa, besok kan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatanadit.wordpress.com&amp;blog=5389233&amp;post=154&amp;subd=catatanadit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada suatu tempat, hiduplah seorang anak. Dia hidup dalam keluarga yang bahagia, dengan orang tua dan sanak keluarganya. Tetapi, dia selalu mengangap itu sesuatu yang wajar saja. Dia terus bermain, menggangu adik dan kakaknya, membuat masalah bagi orang lain adalah kesukaannya. Ketika ia menyadari kesalahannya dan mau minta maaf,dia selalu berkata, &#8220;Tidak apa-apa, besok kan bisa.&#8221; Ketika agak besar, sekolah sangat menyenangkan baginya. Dia belajar, mendapat teman, dan sangat bahagia. Tetapi, dia anggap itu wajar-wajar aja.<br />
<span id="more-154"></span><br />
Semua begitu saja dijalaninya sehingga dia anggap semua sudah sewajarnya. Suatu hari, dia berkelahi dengan teman baiknya. Walaupun dia tahu itu salah, tapi tidak pernah mengambil inisiatif untuk minta maaf dan berbaikan dengan teman baiknya. Alasannya, &#8220;Tidak apa-apa, besok kan bisa.&#8221;</p>
<p>Ketika dia agak besar, teman baiknya tadi bukanlah temannya lagi. Walaupun dia masih sering melihat temannya itu, tapi mereka tidak pernah saling tegur. Tapi itu bukanlah masalah, karena dia masih punya banyak teman baik yang lain. Dia dan teman-temannya melakukan segala sesuatu bersama-sama, main, kerjakan PR, dan jalan-jalan. Ya, mereka semua teman-temannya yang paling baik.</p>
<p>Setelah lulus, kerja membuatnya sibuk. Dia ketemu seorang cewek yang sangat cantik dan baik. Cewek ini kemudian menjadi pacarnya. Dia begitu sibuk dengan kerjanya, karena dia ingin dipromosikan ke posisi paling tinggi dalam waktu yang sesingkat mungkin.</p>
<p>Tentu, dia rindu untuk bertemu teman-temannya. Tapi dia tidak pernah lagi menghubungi mereka, bahkan lewat telepon. Dia selalu berkata, &#8220;Ah, aku capek, besok saja aku hubungin mereka.&#8221; Ini tidak terlalu mengganggu Dia karena dia punya teman-teman sekerja selalu mau diajak keluar.Jadi, waktu pun berlalu, dia lupa sama sekali untuk menelepon teman-temannya.</p>
<p>Setelah dia menikah dan punya anak, dia bekerja lebih keras agar dalam membahagiakan keluarganya. Dia tidak pernah lagi membeli bunga untuk istrinya, atau pun mengingat hari ulang tahun istrinya dan juga hari pernikahan mereka. Itu tidak masalah baginya, karena istrinya selalu mengerti dia, dan tidak pernah menyalahkannya.</p>
<p>Tentu, kadang-kadang dia merasa bersalah dan sangat ingin punya kesempatan untuk mengatakan pada istrinya &#8220;Aku cinta kamu&#8221;, tapi dia tidak pernah melakukannya. Alasannya, &#8220;Tidak apa-apa, saya pasti besok akan mengatakannya. &#8221; Dia tidak pernah sempat datang ke pesta ulang tahun anak-anaknya, tapi dia tidak tahu ini akan berpengaruh pada anak-anaknya. Anak-anak mulai menjauhinya, dan tidak pernah benar-benar menghabiskan waktu mereka dengan ayahnya.</p>
<p>Suatu hari, kemalangan datang ketika istrinya tewas dalam kecelakaan, istrinya ditabrak lari. Ketika kejadian itu terjadi, dia sedang ada rapat. Dia tidak sadar bahwa itu kecelakaan yang fatal, dia baru datang saat istrinya akan dijemput maut. Sebelum sempat berkata &#8220;Aku cinta kamu&#8221;, istrinya telah meninggal dunia. Laki-laki itu remuk hatinya dan mencoba menghibur diri melalui anak-anaknya setelah kematian istrinya. Tapi, dia baru sadar bahwa anak anaknya tidak pernah mau berkomunikasi dengannya. Segera, anak-anaknya dewasa dan membangun keluarganya masing-masing. Tidak ada yang peduli dengan orang tua ini, yang di masa lalunya tidak pernah meluangkan waktunya untuk mereka.</p>
<p>Saat mulai renta, Dia pindah ke rumah jompo yang terbaik, yang menyediakan pelayanan sangat baik. Dia menggunakan uang yang semula disimpannya untuk perayaan ulang tahun pernikahan ke 50, 60, dan 70. Semula uang itu akan dipakainya untuk pergi ke Hawaii, New Zealand,dan negara-negara lain bersama istrinya, tapi kini dipakainya untuk membayar biaya tinggal di rumah Jompo tersebut. Sejak itu sampai dia meninggal, hanya ada orang-orang tua dan suster yang merawatnya.Dia kini merasa sangat kesepian, perasaan yang Tidak pernah dia rasakan sebelumnya.</p>
<p>Saat dia mau meninggal, dia memanggil seorang suster dan berkata kepadanya, &#8220;Ah, andai saja aku menyadari ini dari dulu&#8230;.&#8221; Kemudian perlahan ia menghembuskan napas terakhir, Dia meninggal dunia dengan airmata dipipinya.</p>
<p>###</p>
<p>Apa yang saya ingin coba katakan pada anda, waktu itu nggak pernah berhenti. Anda terus maju dan maju, sebelum benar-benar menyadari, anda ternyata telah maju terlalu jauh.</p>
<p>Jika kamu pernah bertengkar, segera berbaikanlah!</p>
<p>Jika kamu merasa ingin mendengar suara teman kamu, jangan ragu-ragu untuk meneleponnya segera.</p>
<p>Terakhir, tapi ini yang paling penting, jika kamu merasa kamu ingin bilang sama seseorang bahwa kamu sayang dan cinta dia, jangan tunggu sampai terlambat. Jika kamu terus pikir bahwa kamu lain hari baru akan memberitahu dia, hari ini tidak pernah akan datang.</p>
<p>Jika kamu selalu pikir bahwa besok akan datang, maka &#8220;besok&#8221; akan pergi begitu cepatnya hingga kamu baru sadar bahwa waktu telah meninggalkanmu.</p>
<p>Jangan tunda sebarkan hal ini ke sahabat-sahabat anda! Atau masihkah akan ada hari esok?</p>
<p>(Repost dari milis Tarbawi)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/catatanadit.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/catatanadit.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/catatanadit.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/catatanadit.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/catatanadit.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/catatanadit.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/catatanadit.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/catatanadit.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/catatanadit.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/catatanadit.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/catatanadit.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/catatanadit.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/catatanadit.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/catatanadit.wordpress.com/154/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatanadit.wordpress.com&amp;blog=5389233&amp;post=154&amp;subd=catatanadit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatanadit.wordpress.com/2010/07/07/andai-kutahu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/488e9cf76ffe4e2c562a0afd7084b5d7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adit</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika Wanita Menangis</title>
		<link>http://catatanadit.wordpress.com/2010/06/30/ketika-wanita-menangis/</link>
		<comments>http://catatanadit.wordpress.com/2010/06/30/ketika-wanita-menangis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Jun 2010 02:28:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adit</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://catatanadit.wordpress.com/?p=151</guid>
		<description><![CDATA[Jika seorang wanita menangis dihadapanmu, Itu berarti dia tak dapat menahannya lagi. Jika kamu memegang tangannya saat dia menangis, Dia akan tinggal bersamamu sepanjang hidupmu. Jika kamu membiarkannya pergi, Dia tidak akan pernah kembali lagi menjadi dirinya yang dulu. Selamanya…. Seorang wanita tidak akan menangis dengan mudah, Kecuali didepan orang yang amat dia sayangi. Dia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatanadit.wordpress.com&amp;blog=5389233&amp;post=151&amp;subd=catatanadit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika seorang wanita menangis dihadapanmu,<br />
Itu berarti dia tak dapat menahannya lagi.</p>
<p>Jika kamu memegang tangannya saat dia menangis,<br />
Dia akan tinggal bersamamu sepanjang hidupmu.</p>
<p>Jika kamu membiarkannya pergi,<br />
Dia tidak akan pernah kembali lagi menjadi dirinya yang dulu.<br />
Selamanya….<br />
<span id="more-151"></span><br />
Seorang wanita tidak akan menangis dengan mudah,<br />
Kecuali didepan orang yang amat dia sayangi. Dia menjadi lemah.</p>
<p>Seorang wanita tidak akan menangis dengan mudah,<br />
Hanya jika dia sangat menyayangimu, Dia akan menurunkan rasa egoisnya.</p>
<p>Lelaki, jika seorang wanita pernah menangis karena mu,<br />
Tolong pegang tangannya dengan pengertian.<br />
Dia adalah orang yang akan tetap bersamamu sepanjang hidupmu.</p>
<p>Lelaki, jika seorang wanita menangis karenamu.<br />
Tolong jangan menyia-nyiakannya.<br />
Mungkin karena keputusanmu, kau merusak kehidupannya.</p>
<p>Saat dia menangis didepanmu, Saat dia menangis karenamu,<br />
Lihatlah matanya….<br />
Dapatkah kau lihat dan rasakan sakit yang dirasakannya?</p>
<p>Pikirkan….<br />
Wanita mana lagikah yang akan menangis dengan murni, penuh rasa sayang,<br />
Didepanmu dan karenamu……</p>
<p>Dia menangis bukan karena dia lemah<br />
Dia menangis bukan karena dia menginginkan simpati atau rasa kasihan</p>
<p>Dia menangis,<br />
Karena menangis dengan diam-diam tidaklah memungkinkan lagi.</p>
<p>Lelaki,<br />
Pikirkanlah tentang hal itu</p>
<p>Jika seorang wanita menangisi hatinya untukmu,<br />
Dan semuanya karena dirimu.</p>
<p>Inilah waktunya untuk melihat apa yang telah kau lakukan untuknya,<br />
Hanya kau yang tahu jawabannya….</p>
<p>Pertimbangkanlah</p>
<p>Karena suatu hari nanti<br />
Mungkin akan terlambat untuk menyesal,<br />
Mungkin akan terlambat untuk bilang ‘MAAF’!!</p>
<p>With Love</p>
<p>(repost dari sebuah milis)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/catatanadit.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/catatanadit.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/catatanadit.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/catatanadit.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/catatanadit.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/catatanadit.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/catatanadit.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/catatanadit.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/catatanadit.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/catatanadit.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/catatanadit.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/catatanadit.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/catatanadit.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/catatanadit.wordpress.com/151/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatanadit.wordpress.com&amp;blog=5389233&amp;post=151&amp;subd=catatanadit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatanadit.wordpress.com/2010/06/30/ketika-wanita-menangis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/488e9cf76ffe4e2c562a0afd7084b5d7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adit</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
